Pengendara Motor Ibu-Ibu Datangi Petugas Satlantas Anambas, Beri Makanan dan Ucapan Haru: “Terima Kasih Sudah Membuat Anambas Tertib Berlalu Lintas”

Aambas (KGK) – Suasana pagi yang biasanya rutin bagi anggota Satlantas Polres Kepulauan Anambas mendadak berubah haru. Seorang ibu-ibu yang mengendarai motor tiba-tiba berhenti tepat di depan petugas yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas dalam rangka Operasi Zebra Seligi 2025. Tanpa diduga, ibu tersebut menyerahkan makanan sambil memohon agar petugas tidak menolaknya.
“Mohon jangan ditolak ya, Pak… Ini kami beri dengan ikhlas,” ucap sang ibu dengan nada tulus.
Ia mengatakan bahwa pemberian kecil tersebut merupakan bentuk kepeduliannya sebagai masyarakat. “Kehadiran polisi di jalan sangat terasa gunanya. Banyak manfaatnya, terutama untuk keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.”
Petugas sempat terkejut dengan tindakan spontan itu, namun menyambutnya dengan senyum dan ucapan terima kasih. Ibu tersebut kemudian mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih karena selama Operasi Zebra Seligi 2025 berlangsung, anggota Satlantas Polres Kepulauan Anambas selalu bersikap ramah, murah senyum, dan tetap santun meski harus menegur pelanggar.
“Terima kasih banyak, Pak. Bapak-bapak selalu senyum, selalu baik kalau menegur. Kami para ibu-ibu merasa nyaman sekali,” ujar sang ibu.
Ia juga menambahkan bahwa sejak operasi digelar, kondisi lalu lintas di Anambas terasa jauh lebih tertib dan aman. Kesadaran masyarakat meningkat, dan keberadaan petugas benar-benar memberikan dampak besar.
“Sekarang Anambas lebih tertib, lebih aman. Terima kasih sudah menjaga kami dan membuat jalanan di sini lebih baik,” tuturnya.
Momen sederhana namun sarat makna ini menggambarkan hubungan hangat antara polisi dan masyarakat. Tindakan spontan seorang ibu-ibu pengendara motor itu menjadi bukti nyata bahwa pendekatan humanis petugas di lapangan mendapat tempat di hati warga.
Apresiasi tulus seperti ini menjadi penyemangat bagi anggota Satlantas untuk terus meningkatkan pelayanan dan menjaga keselamatan para pengguna jalan. Sebuah peristiwa kecil yang menyentuh—dan menegaskan bahwa ketertiban berlalu lintas adalah hasil kerja sama antara masyarakat dan aparat yang bekerja dengan hati. (Red)
