Pemprov Kepri Percepat Operasional Dapur MBG di Wilayah 3T

KEPRI (KGK) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa pembangunan dapur makan bergizi gratis (MBG) di 126 titik wilayah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) sedang dipercepat demi pemerataan layanan gizi.
Seluruh dapur di wilayah 3T tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada pertengahan desember 2025.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menyampaikan bahwa pembangunan satuan pelayanan pemenuhan gizi untuk program MBG di 126 titik wilayah 3T telah mencapai sekitar 60 persen, pekerjaan fisik terus digenjot demi mengejar target operasional pada pertengahan Desember mendatang.
Pemprov Kepri menjadikan akses gizi bagi warga pulau-pulau terpencil sebagai prioritas, wilayah Lingga menjadi daerah dengan tantangan paling besar, karna distribusi material harus melewati rute laut panjang melalui Jambi.
Namun pemerintah daerah tetap mengupayakan suplai material agar pembangunan tidak terhambat. Wagub Nyanyang juga menyoroti lambatnya proses penerbitan surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal tersebut terjadi karena seluruh sampel dari kabupaten dan kota harus dikirim ke Batam dan mengantre di laboratorium.
Koordinasi dengan BPOM sedang dilakukan untuk penyediaan laboratorium tambahan agar proses izin dapat dipercepat. Berdasarkan data Pemprov Kepri, tercatat 34 dari 190 dapur MBG di provinsi itu telah mengantongi SLHS, sisanya tengah menunggu penyelesaian pemeriksaan laboratorium.
Pemprov Kepri optimistis bahwa seluruh dapur di wilayah 3T dapat mulai beroperasi pada pertengahan desember, pembangunan ini menjadi bagian penting untuk menjamin anak sekolah dan masyarakat rentan di pulau-pulau kecil mendapatkan akses makanan bergizi secara merata.
Wagub Kepri menegaskan MBG merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kepri secara menyeluruh, program ini tidak hanya menyentuh wilayah perkotaan, namun juga mencapai masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sering kali terkesan tertinggal. (Red)
