SAR Tanjungpinang Hentikan Pencarian Penumpang Jatuh ke Laut

0

TANJUNGPINANG (KGK) – Pada hari Selasa (28/7) pukul 16:30 WIB, dari pihak ASDP Batam, ASDP Bintan (Tg Uban), dan keluaga korban datang ke Kantor SAR Tanjungpinang. Dari Kantor SAR dan ASDP kemudian menjelaskan kepada pihak keluarga mengenai proses pencarian terhadap korban selama 7 hari operasi SAR, proses koordinasi kami dengan stakeholder (PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan dan HNSI).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang Fazzli, S.A.P, M.Si mengatakan sampai dengan hari ke-7, korban atas nama Christina Lindasari masih belum ditemukan. Selama pencarian berlangsung juga tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Akhirnya disepakati bahwa operasi SAR dinyatakan ditutup. Tetapi apabila nanti suatu saat ada ditemukan korban, kami sudah mempersiapkan alut,” ujar Fazzli.

Lebih lanjut Fazzli memaparkan hasil Operasi SAR H.7 dan penutupan kecelakaaan KMP. Bahtera Nusantara 03 di antara Perairan Lobam – Numbing Kabupaten Bintan dengan melaksanakan koordinasi dan pemapelan kepada unsur Potensi SAR dan kapal-kapal yang melewati alur pelayaran di perairan Tanjung Uban – P. Lobam – Terkulai – Pangkil – Mantang – P. Telan – Numbing

“Tim SAR melaksanakan e-Broadcast, berkoordinasi dengan unsur Potensi SAR di lapangan (PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan dan HNSI) serta menyiagakan Alut RB 209 dan RBB untuk melaksanakan evakuasi bila diperoleh informasi dari hasil koordinasi, pemapelan dan e-Broadcast,” ujarnya.

Hingga TW 0728 17.10 G pencarian, pemantauan, koordinasi dan Broadcast dengan hasil nihil. Lalu pada TW 0728 17.30 G Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing, pencarian terhadap korban telah memasuki H.7. Sesuai kesepakatan Tim SAR gabungan dan pihak keluarga, maka operasi SAR dihentikan dan diusulkan untuk di tutup.

“Operasi SAR akan dibuka kembali apabila ditemukan tanda tanda keberadaan korban,” ujar Fazzli.

Seperti diberitakan sebelumnya, kronologis kejadian pada hari Selasa, 21 Juli 2026 pukul 23.00 WIB KMP. Bahtera Nusantara 03 berangkat dari Tanjung Uban menuju Tambelan. Kemudian pada Rabu, 22 Juli 2026 pukul 05.00 WIB anak korban menyadari bahwa korban atas nama Christina Lindasari (Perempuan/usia 43 tahun) sudah tidak berada di atas kapal.

Saat itu posisi kapal berada pada koordinat 0°38’47.15″N – 104°48’42.60″E, namun tidak diketahui secara pasti titik lokasi korban diduga jatuh. (Red) 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *